TUGAS 2
PENGEMBANGAN SISTEM
INFORMASI
Sistem Informasi
Sebagai Strategi dalam perusahaan
Zabdy Otniel 141180
C
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat
dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sistem Informasi Sebagai Strategi Perusahaan”
ini dengan baik.
Makalah
ini disusun dengan materi yang rinci dengan harapan dapat menambah dan
memperluas wawasan mahasiswa untuk mengetahui tentang Sistem Informasi Sebagai
Strategi Perusahaan.
Kritik
dan saran yang membangun sangat penulis harapkan agar dalam membuat makalah
selanjutnya penulis lebih teliti lagi.
Akhir
kata penulis ucapkan terimah kasih kepada Dosen selaku mata kuliah Pengembangan
Sistem Informasi. Dan semoga makalah yang dibuat ini dapat bermanfaat bagi
semua orang yang membacanya.
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peran
utama aplikasi sistem informasi dalam bisnis adalah untuk memberikan dukungan
efektif atas strategi perusahaan agar dapat memperoleh keunggulan kompetitif.
Peran strategis sistem informasi melibatkan penggunaan tehnologi informasi
adalah untuk mengembangkan berbagai produk, layanan dan kemampuan yang dapat
memberikan keunggulan yang besar bagi perusahaan atas tekanan kompetitif dalam
pasar global. Hal ini menciptakan sistem informasi strategis yang mendukung
atau membentuk posisi kompetitif dan strategi dari perusahaan bisnis. Dengan
kata lain, perpaduan sistem informasi dengan tehnologi informasi dapat membantu
organisasi dalam hal:
1. Memperoleh keunggulan kompetitif
2. Mengurang kelemahan kompetitif
3. Memenuhi tujuan srategis perusahaan
Perusahaan
dapat bertahan hidup dan berhasil dalam jangka panjang hanya jika perusahaan
tersebut berhasil mengembangkan strategi untuk menghadapi tekanan kompetitif
yang membentuk struktur persaingan dalam dunia usaha.
Dalam
model klasik Michael Porter mengenai strategi kompetitif, Bisnis apapun yang
ingin bertahan hidup dan berhasil harus mengembangkan dan mengimplementasikan
berbagai strategi untuk secara efektif mengatasi:
1. Persaingan dari para pesaing dalam
industrinya
2. Ancaman pemain baru dalam industri dan
pasarnya
3. Ancaman yang dihadapi karena adanya
produk pengganti yang dapat mengambil pangsa pasar
4. Daya tawar pelanggan
5. Daya tawar pemasok.
Dalam
menerapkan strategi bisnis yang kompetitif, perlunya penerapan system informasi
bagi perusahaan. Karena sistem informasi memiliki peran strategis antara lain:
v Hasil potensial dari penggunaan strategi
sistem informasi Meningkatkan efisiensi operasional
v Memperkenalkan inovasi bisnis
v Membangun sumber informasi strategis
v Meningkatkan produktivitas dan menurunkan
biaya operasi produksi atau jasa baru
v Meningkatkan kualitas dan fitur produk serta
jasa.
v Meningkatkan proses operasional dan
lingkungan kerja. Yang efektif dan efisien.
Shuttle
Express merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi darat yang
Pada awal bisnisnya, Shuttle Express hanya menggunakan sistem informasi secara
manual yang kemudian berkembang menggunakan komputer namun dengan tehnologi
yang masih terbatas. Pada tahun 1995 Shuttle Express hanya menggunakan PC yang
didukung oleh aplikasi pengolahan data base. Namun seiring tuntutan pelanggan
yang telah memiliki kepercayaan dan kepuasan terhadap layanan Shuttle Express,
dan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas layanan serta strategi kompetitif
dalam dunia usaha, Shuttle Express mengubah sistem informasi yang semula
bersifat internal menjadi bersifat “in and out”. Yaitu menerapkan system
informasi pada semua kegiatan bisnis termasuk kegiatan pemesanan baik oleh 1
konsumen maupun banyak konsumen secara on line dalam waktu yang bersamaan. Hal
ini membawa dampak keunggulan yang sangat besar bagi Shuttle Express. Seluruh
kegiatan operasional perusahaan berjalan secara efektif dan efisien serta
memberikan kepuasan yang tinggi bagi para pengguna jasa.
B. Perumusan Masalah.
Tantangan
yang dihadapi Shuttle Express untuk memberikan layanan jasa secara cepat dan
tepat dalam setiap kegiatan bisnis baik yang bersifat operasional maupun
internal
(penjadwalan
dan pengelolaan data base),dalam memberikan kepuasan bagi para
pelanggan/pengguna jasa, mendorong shuttle Express untuk menerapkan strategi
sistem informasi dalam upaya mengakomodasikan kebutuhan perusahaan untuk dapat
beroperasi secara efektif dan efisien.
C. Tujuan Penulisan
Tujuan
penulisan ini adalah untuk lebih memahami Pengertian Sistem Informasi dan
manfaatnya bagi perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitif dalam dunia
usaha.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Landasan Teori
1. Sistem Informasi
Menurut
O’Brien (2010) pengertian sistem secara sederhana adalah kumpulan komponen yang
saling berhubungan dengan batas definisi yang jelas, bekerja bersama untuk
mencapai tujuan umum. Sistem Informasi adalah kombinasi teroganisir dari
manusia, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber data, dan prosedur
yang menyimpan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.
2. Komponen Sistem Informasi
Model
sistem informasi (Gambar 1) menggambarkan kerangka konseptual tentang komponen
utama dan aktivitas sistem informasi. Sebuah sistem informasi bergantung pada
sumber daya manusia (pengguna akhir dan spesialis), hardware (mesin dan media),
software (program dan prosedur), data (data dan basis pengetahuan), dan
jaringan (media komunikasi dan dukungan jaringan) untuk melakukan aktivitas
input, processing, output, storage, dan control yang mentransformasi sumber
daya data kedalam produk informasi. Model sistem informasi membantu mengikat
antara komponen utama dan aktivitas dari semua jenis sistem informasi. Hal ini
menjadi sebuah kerangka kerja yang menekankan pada empat konsep utama, yaitu :
a. Manusia, hardware, software, data,
network yang merupakan 5 sumber daya utama dari sistem informasi
b. Sumber daya manusia termasuk pengguna dan
spesialis, sumber daya hardware terdiri dari mesin dan media, sumber daya
software terdiri dari program dan prosedur, sumber daya data terdiri dari data
dan basis pengetahuan, dan sumber daya network terdiri dari media komunikasi
dan jaringan.
c. Sumber daya data ditransformasi melalui
aktivitas proses informasi kedalam berbagai produk informasi bagi pengguna
akhir.
d. Proses informasi yang terdiri dari
kegiatan sistem dasar yaitu input, processing, output, storage, dan control.
3. Sumber Daya Sistem Informasi
Sebuah
sistem informasi terdiri dari 5 jenis sumber daya utama, yaitu :
a. Sumber Daya Manusia
ü Pengguna akhir ( Pengguna atau klien )
Pengguna
adalah orang yang menggunakan produk sistem informasi atau informasi. Mereka
dapat menjadi pelanggan, sales, insinyur, pramuniaga, akuntan, atau manajer dan
ditemukan pada semua level organisasi. Pada kenyataannya, sebagian besar dari
kita adalah pengguna akhir sistem informasi. Banyak dari pengguna akhir
dibisnis adalah knowledge workers yang merupakan orang yang menghabiskan banyak
waktu mereka mengkomunikasikan dan mengkolaborasikan ditim atau kelompok kerja
untuk menciptakan, menggunakan, dan mendistribusikan informasi.
ü Spesialis sistem informasi
Spesialis
adalah orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem informasi. Mereka
adalah sistem analis, pengembang software, operator sistem, teknikal, dan manajerial
lainnya. Singkatnya sistem informasi berdasarkan permintaan pengguna akhir lalu
pengembang software menciptakan program komputer berdasarkan spesifikasi sistem
analis, dan operator sistem membantu memonitor dan mengoperasikan sistem
komputer dan jaringan yang besar.
b. Sumber Daya Hardware
Konsep
sumber daya hardware termasuk semua peralatan fisik dan material yang digunakan
dalam proses informasi. Secara khusus, tidak hanya mesin dan komputer serta
peralatan lainnya, tetapi juga semua media data berupa objek berwujud yang
dicatat dari lembar kertas ke disket optik atau magnetik. Contoh hardware
komputer berdasarkan sistem informasi adalah :
· Sistem komputer
· Perangkat komputer
c. Sumber Daya Software
Sumber
daya software termasuk semua kelompok intruksi pengolahan informasi. Konsep
umum perangkat lunak tidak hanya mencakup intruksi pengoperasian yang disebut
program, yang secara langsung mengontrol hardware computer, tetapi juga
intruksi pengolahan informasi yang disebut prosedur. Berikut contoh sumber daya
software :
· Software sistem, seperti program
sistem operasi yang mengontrol dan mendukung operasi sistem komputer. Microsoft
Windows adalah contoh dari sistem operasi komputer yang terkenal.
· Software aplikasi, merupakan program
yang langsung memproses penggunaan komputer oleh pengguna akhir. Contohnya,
analisis sales, upah, dan program pengolahan kata.
· Prosedur, merupakan intruksi operasi
bagi orang yang akan menggunakan sebuah sistem informasi.
d. Sumber Daya Data
Pengertian
data lebih daripada raw material pada sistem informasi. Konsep sumber daya data
diperluas oleh manajer dan para professional sistem informasi. Mereka menyadari
bahwa data merupakan sumber daya organisasi yang berharga. Konsep data sebagai
sumber daya organisasi dihasilkan dalam berbagai perubahan di organisasi
modern. Sebelumnya data diambil hasil dari hasil transaksi umum, namun saat ini
data disimpan, diproses, dan dianalisis menggunakan aplikasi software canggih yang
mengaitkan hubungan kompleks antara penjualan, pelanggan, kompetitor, dan
pasar.
Data
bisa berbagai bentuk, termasuk data alfa numerik yang terdiri dari angka, kata,
dan karakter lainnya yang menjelaskan transaksi bisnis dan peristiwa lainnya;
data teks yang terdiri dari kalimat dan paragraph dan ditulis dalam komunikasi
tertulis; data gambar seperti grafik, fotografi, dan gambar video, data audio,
termasuk suara manusia dan suara lainnya.
Sumber
daya data pada sistem informasi biasanya diorganisir, disimpan, dan diakses
oleh berbagai teknologi manajemen sumber daya data kedalam :
· Database yang menyimpan pengolahan dan
pengorganisasian data
· Basis pengetahuan yang menyimpan
pengetahuan dalam berbagai bentuk seperti fakta, aturan, dan contoh kasus
mengenai praktik bisnis yang sukses.
e. Sumber Daya Jaringan
Teknologi
komunikasi dan jaringan seperti internet, intranet, dan extranet merupakan hal
yang penting terhadap kesuksesan bisnis dan perdagangan komersial dari seluruh
jenis organisasi dan komputer organisasi berdasarkan sistem informasi. Jaringan
telekomunikasi terdiri dari komputer, prosesor komunikasi, dan alat lainnya
yang dihubungkan oleh media komunikasi dan dikontrol oleh software komunikasi.
Konsep sumber daya jaringan menekankan bahwa teknologi komunikasi dan jaringan
merupakan komponen sumber daya yang mendasar dari semua sistem informasi.
Sumber daya jaringan termasuk :
· Media Komunikasi. Contohnya kabel
fiber optik, microwave, selular, teknologi wireless satelite.
· Infrastruktur Jaringan. Kategori umum
ini menekankan bahwa banyak hardware, software, dan teknologi data dibutuhkan
mendukung operasi dan penggunaan jaringan komunikasi. Contoh prosesor
komunikasi adalah modem dan prosesor internetwork, dan software kontrol
komunikasi, seperti sistem operasi jaringan, dan paket browsing internet.
4. Aktivitas Sistem Informasi
Terdapat
5 aktivitas dasar pengolahan informasi dalam sistem informasi, yaitu:
a. Sumber Daya Input Data (Input)
Data
mengenai transaksi bisnis dan transaksi lainnya harus diambil dan disiapkan
untuk diproses dengan kegiatan dasar entri data merekam dan mengedit. Pengguna
akhir biasanya merekam data tentang transaksi pada beberapa jenis medium fisik,
seperti paper, atau memasukkan secara langsung kedalam sistem komputer. Hal ini
biasanya termasuk berbagai kegiatan mengedit untuk memastikan bahwa data yang
telah dicatat benar. Saat data dimasukkan harus ditransfer kedalam machine
readable media, seperti disket atau tape hingga saat pemrosesan.
b. Pemrosesan Data kedalam Informasi
(Processing)
Data
biasanya dimanipulasi dengan kegiatan kalkulasi, perbandingan, pengurutan,
klasifikasi, dan penjumlahan. Kegiatan mengorganisasi, menganalisis, dan
memanipulasi data lalu mengkonversi data kedalam informasi oleh pengguna akhir.
Kualitas data disimpan dalam sistem informasi dan harus dijaga dengan proses
koreksi dan pembaharuan (updating) secara terus-menerus.
c. Output Produk Informasi (Output)
Informasi
dalam berbagai bentuk ditransmisi ke pengguna akhir dan membuat ketersediaan
dalam kegiatan output. Tujuan sistem informasi adalah menghasilkan produk
informasi yang tepat bagi pengguna akhir. Produk informasi yang umum adalah
tampilan video, dokumen kertas, dan balasan audio yang menyediakan pesan,
formulir, laporan, daftar, tampilan grafik, dll.
d. Penyimpanan Data, Model, dan Pengetahuan
Sumber Daya (Storage)
Penyimpanan
adalah sistem komponen utama dari sistem informasi. Penyimpanan merupakan
kegiatan sistem informasi yang mana sumber daya data dan informasi disimpan
dalam sebuah cara pengorganisasian untuk selanjutnya dipergunakan. Sumber daya
data dan informasi yang penting dari sebuah organisasi biasanya disimpan oleh
sistem informasi dalam bentuk berikut :
· Database, yaitu proses penyimpanan dan
organisasi data yang dibutuhkan oleh perusahaan dan pengguna akhir.
· Basis Model, yaitu menyimpan model
konseptual, matematik, dan logika yang menyatakan hubungan bisnis, perhitungan
rutin, atau teknik analisis.
· Basis Pengetahuan, yaitu menyimpan
pengetahuan berupa subjek dalam berbagai bentuk seperti fakta atau peraturan.
e. Kontrol Kinerja Sistem (Control)
Sebuah
sistem informasi seharusnya menghasilkan umpan balik mengenai kegiatan input,
processing, output, dan storage. Umpan balik ini harus diawasi dan dievaluasi
untuk menentukan jika sistem memperlihatkan hasil standar. Lalu aktivitas
sistem harus disesuaikan sehingga produk informasinya tepat diproduksi bagi
pengguna akhir.
5. Jenis Sistem Informasi
Sistem
informasi dikategorikan ke dalam dua peran utama yaitu :
1. Sistem Pendukung Operasional (Operations
Support Systems)
Sistem
informasi selalu dibutuhkan untuk memproses data yang dihasilkan dan digunakan
dalam operasi bisnis. Contohnya sistem pendukung operasional menghasilkan
berbagai produk informasi untuk pengguna internal dan eksternal yang tidak
menekankan produk informasi spesifik sehingga dapat digunakan oleh manajer.
Pengolahan lebih lanjut oleh sistem informasi manajemen biasanya dibutuhkan.
Peran sistem pendukung operasional adalah memproses transaksi bisnis,
mengontrol proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi perusahaan,
serta mengupdate database perusahaan secara efisien. Sistem pendukung operasional
terdiri dari :
· Sistem Proses Transaksi (Transaction
Processing Systems) Proses data yang dihasilkan dari transaksi bisnis,
mengupdate database operasional, dan menghasilkan dokumen bisnis. Contohnya :
proses inventori dan penjualan, sistem accounting.
· Proses Sistem Kontrol (Process Control
Systems)
Proses
monitor dan kontrol industri. Contohnya : penyulingan minyak bumi, pembangkit
listrik, sistem produksi baja.
· Sistem Kolaborasi Perusahaan
(Enterprise Collaboration Systems)
Tim
pendukung, kelompok kerja, dan kolaborasi serta komunikasi perusahaan.
Contohnya : sistem e-mail, chat, dan video conference.
2. Sistem Pendukung Manajemen (Management
Support Systems)
Saat
aplikasi sistem informasi fokus pada penyediaan informasi dan dukungan untuk
keefektifan pembuat keputusan oleh manajer, disebutnya sistem pendukung
manajemen. Secara konsep, beberapa tipe major dari sistem informasi mendukung
berbagai tanggung jawab pembuat keputusan, yaitu :
· Sistem Informasi Manajemen (Management
Information Systems - MIS) Menyediakan informasi dalam bentuk laporan spesifik
dan display untuk mendukung pembuat keputusan bisnis. Contohnya : analisis
penjualan, performance produksi, dan sistem laporan tren biaya
· Sistem Pendukung Keputusan (Decision
Support Systems - DSS) Menyediakan dukungan interaktif ad hoc untuk proses
pembuat keputusan manajer dan profesional bisnis lainnya. Contohnya : pelabelan
harga produk, estimasi keuntungan, dan sistem analisis resiko.
· Sistem Informasi Eksekutif (Executive
Information Systems - EIS) Menyediakan informasi kritis dari MIS, DIS, dan
sumber daya lainnya yang disesuaikan terhadap kebutuhan informasi eksekutif.
Contohnya : sistem untuk mempermudah akses analisis performance bisnis, aksi
kompetitor, dan pengembangan ekonomi untuk mendukung perencanaan strategis.
B. Studi Kasus : Shuttle Express
Shuttle
Express didirikan pada tahun 1979, bermula dari keinginan manajemen San Juan
Airlines untuk menyediakan jasa transpotasi darat yang mengedepankan
Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan (Safety, Service and Reliability). San
Juan Airlines adalah perusahaan penerbangan komuter tertua yang dikenal sebagai
perusahaan penerbangan yang paling handal dan aman. Berbekal reputasi dari San
Juan Airlines dan hasil studi mengenai transportasi darat di AS saat itu, maka
Shuttle Express didirikan dengan mengadopsi budaya keselamatan (safety) serta
profesional dari San Juan Air. Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan (safety,
service and reliability ) merupakan moto Shuttle Express yang menjadi dasar
dalam pelaksanaan operasi bisnisnya. Moto ini membawa pengaruh terhadap pilihan
strategi bisnis dari Shuttle Express dari tahun ke tahun.
Di
sisi keselamatan Shuttle Express menekankan pada kelengkapan peralatan
keselamatan dari armadanya, dan para pengemudinya selalu diwajibkan untuk
mengemudi dengan aman dan selamat (defensive driving). Shuttle Express sangat
memperhatikan pelayanan kepada pelanggan. Untuk memenangkan persaingan dengan
perusahaan sejenis, Shuttle Express selalu memperhatikan hal-hal yang mendasar
dan sederhana seperti mobil selalu dalam keadaan bersih, pegawai berseragam
lengkap, membuka pintu, membawakan bagasi penumpang dan detail
perhatian-perhatian lainnya dari pengemudi dan staff perusahaan kepada
pelanggannya. Kehandalan dicapai dengan memperhatikan ketepatan waktu, skedul
pengemudi, jadwal perjalanan dan ketepatan dalam memenuhi permintaan pelanggan.
Untuk mendeliver tujuan-tujuan diatas, Shuttle Express terus memperbaiki proses
dan sistem bisnisnya.
Pertumbuhan
perusahaan dari sisi jumlah armada, pegawai, dan pelanggan dikombinasikan
dengan perubahan-perubahan lingkungan eksternal mengakibatkan proses dan sistem
bisnis yang tadinya sangat mendukung, sejalan dengan pertumbuhan berubah
menjadi kendala bagi perusahaan untuk berkembang. Manajemen Shuttle Express
menyadari hal ini, Salah satu enabler yang mereka gunakan untuk mengantisipasai
perubahan-perubahan dan tetap mencapai tujuan-tujuan perusahaan adalah melalui
penerapan teknologi informasi. Dengan penerapan teknologi yang tepat kemampuan
Shuttle Express untuk menangkap peluang pasar dengan efektif dan menguntungkan
semakin besar.
C. SI dan Matrik SI Shuttle Express Tahun 1994
Tantangan
yang dihadapi oleh Shuttle Express di tahun 1994 adalah bagaimana meningkatkan
kecepatan dan ketepatan dalam proses penerimaan order, penjadwalan dan
pengelolaan data base. Penerapan strategi TI pada masa itu disajikan dalam
matrik sistem informasi di bawah ini. Dari tabel tersebut terlihat bahwa
pemanfaatan teknologi informasi di tahun 1995 masih terbatas pada PC yang
didukung oleh aplikasi pengolahan data base. Di tahun tersebut, infrastrktur TI
seperti ini sudah mampu mengkomodasi kebutuhan perusahaan untuk tetap
beroperasi secara effisien dan efektif.
Matrik
Sistem Informasi Shuttle Express di tahun 1995
Sejak
sistem informasi tersebut dilaksanakan Shuttle Express telah berhasil menangani
lebih dari 695.000 pesanan. 75 armada Shuttle Express membawa lebih dari 7.500
pelanggan setiap harinya dari dan menuju bandara. Rute perjalanan yang biasanya
ditempuh dalam 8 jam kini dapat ditempuh dengan waktu yang jauh lebih singkat
yaitu 3 jam. Jumlah karyawan pun lebih effisien, misalnya dispatcher yang
semula berjumlah 3 dispatcher per shift, kini cukup 2 dispacther di pagi hari
dan 1 dispacther di siang hari. Keuntungan lainnya dari penerapan sistem
informasi tersebut diantaranya ketepatan waktu dan ketapatan dalam memenuhi
permintaan pelanggan jauh meningkat, dibandingkan dengan masa-masa dimana
perusahaan menerapkan papan magnet dan sistem reservasi manual. Pada tahun
2008, Shuttle Express telah berhasil meningkatkan jumlah pelanggan yang dapat
dilayaninya menjadi 714.000.
Hal
lain yang perlu diperhatikan adalah kemampuan Shuttle Express untuk tetap
menetapkan harga yang wajar dari pelayanan armada shuttlenya. Hal ini
menunjukkan bahwa Shuttle Express telah berhasil memilih teknologi yang tepat
dan investasi yang ditanamkan mampu ditutupi dengan bertambahnya revenue karena
kemampuan dari Shuttle Express untuk melayani penumpang yang semakin membesar.
Fakta-fakta diatas tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi sistem
informasi yang tepat mampu mendukung pertumbuhan bisnis dan kemampuan bersaing
dari Shuttle Express.
Penerapan
teknologi informasi oleh Shuttle Express di tahun 1995 tidak terlepas dari
bagaimana perusahaan mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di dalam
di luar lingkungan bisnisnya. Tujuan bisnis dari perusahaan berusaha dicapai
dalam kerangka moto yang mereka miliki yaitu Safety, Service dan Reliability
(Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan). Setiap upaya yang mereka lakukan guna
mengantisipasi pertumbuhan dan perubahan, serta mencapai tujuan bisnis tidak
pernah terlepas dari bagaimana upayaupaya tersebut mampu meningkatkan
Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan dari sistem dan operasional perusahaan.
D. SI dan Matrik SI Shuttle Express Tahun 2013
Di
dalam dunia bisnis tidak ada yang kekal kecuali perubahan. Demikian halnya
dengan bisnis dari Shuttle Express. Inovasi teknologi informasi dari Suttle
Express terus berlanjut seiring perkembangan teknologi baru, tantangan dan
peluang yang dihadapi dalam operasi bisnis sehari-hari. Setelah 19 tahun
berlalu, kini Shuttle Express beroperasi dengan cara dan sistem yang jauh
berbeda. Banyak teknologi yang sebelumnya tidak pernah diterapkan kini menjadi
hal yang umum. Beberapa teknologi baru yang diadopsi Shuttle Express
diantaranya:
· E-commerce dan Internet reservation
· ALERT system
· Data Back Up System
· HWeb Mobile Data Terminal
· GPS Fleet Tracking
Matriks
sistem informasi dari Shuttle Express di tahun 2012 dapat dilihat pada table
dibawah ini. Dari tabel tersebut jelas terlihat bahwa Shuttle Express adalah
perusahaan yang dinamis dan adaftif dalam mengadopsi teknologi baru untuk
memecahkan permasalahan bisnis di dalam operasinya.
Matrik
Sistem Informasi Shuttle Express di tahun 2013
a. E-commerce dan Internet Reservation
Saat
ini tingkat kepemilikan komputer dan smartphone semakain merata. Pelanggan
dimanjakan dengan kebebasan dan fleksibilitas untuk melakukan reservasi dan
pembelian dimanapun mereka berada sejauh mereka terhubung dengan internet. Bagi
perusahaan keberadaan internet telah menghilangkan kendala dan keterbatasan
geografis dan waktu. Internet memungkinkan perusahaan untuk memperluas
jangkauan pasarnya dengan biaya relatif murah.
Shuttle
Express telah menerapkan sistem reservasi yang dibundle dengan pembayaran
online menggunakan kredit card. Untuk menjamin keamanan jaringan akses
pelanggan diproteksi dengan secure SSL connection. Dengan sistem reservasi ini,
pelanggan dapat melakukan reservasi kapan saja dan dari mana saja di seluruh
dunia dengan aman dan nyaman. Melalui akses internet pula, para pelanggan dapat
melakukan pemesanan jasa dan produk berikut:
· Share Ride and exclusive van service
· Town Car-Limo service
· Cruise transfers
· Convention transfers
· Wine tasting - Special Event: Saint
Nicks Open House Dec 1-2
· Seattle sightseeing tours and charters
b. ALERT system
Sistem
ALERT merupakan aplikasi yang digunakan oleh Shutle Express untuk mendukung
proses reservasi, dispatching, penagihan dan pelaporan (reporting). Dengan
adanya sistem ini Shuttle Express dapat beroperasi lebih cepat, akurat, handal
dan nyaman bagi pelanggan dan karyawannya.
1. Sistem Reservasi
Sistem
Reservasi di dalam ALERT memberikan informasi utama yang diperlukan untuk
memproses pesanan pelanggan dengan cepat dan tepat. Data yang diinput selama
proses reservasi akan disimpan di dalam data base.
2. Sistem Dispatching
Sistem
Dispaching merupakan kelanjutan dari proses reservasi. Data reservasi akan
digunakan oleh sistem dispacher untuk mengalokasikan dan mendistribusikan
pemesanan kepada unit armada dan pengemudi. Sistem akan menghitung secara
otomatis dengan algoritma transportasi untuk mendapatkan jadwal dan pembagian
rute yang paling effisien. Dengan adanya sistem ini proses pembagian rute dan
penjadwalan menjadi lebih cepat dan akurat. Kesalahan-kesalahan yang kerapkali
timbul karena menggunakan manual proses dapat diminimalkan.
c. Data Back Up System
Data
Back Up system bertujuan untuk menyimpan data-data penting yang dibutuhkan oleh
Shuttle Express. Back up data akan digunakan jika data utama yang digunakan
disistem mengalami kerusahan (corupt). Kerusakan data dalam sistem yang sudah
terkomputerisasi dapat melumpuhkan aktifitas bisnis dari perusahaan, dengan
adanya back up system tersebut Shuttle Express memiliki Business Continuity
Plan (BCP), sehingga pada situasi apapun pelayanan kepada pelanggan tidak akan
terhenti.
d. HWeb Mobile Data Terminal
Mobile
Data Terminal (MDT) digunakan oleh pengemudi untuk menerima pesan, memonitor
jadwal dan reservasi, melakukan transaksi pembayaran dan rekonsiliasinya serta
berbagai aktifitas lain yang dilakukan oleh pengemudi. Penerapan dari MDT
memerlukan sosialisai yang sangat terstruktur dan efektif, agar para pengemudi
dapat memanfaatkan fungsi-fungsi yang tersedia dengan baik dan berdaya guna.
Beberapa
fitur yang terdapat dalam MDT adalah:
· GPS Integration
· Reservation Detail Displa
· 2-Way Messaging
· Quick Respond Capable
· Credit Card Capture
· Bar Code Scan Capable
· Driver Self-Reconciliation
· Thermal Printer
e. GPS Fleet Tracking
Teknologi
GPS pada awalnya adalah teknologi yang dimiliki oleh militer di Amerika
Serikat. Kini teknologi ini tersedia dan dapat digunakan untuk kepentingan bisnis
dan umum. Teknologi GPS sangat mendukung operasi banyak perusahaan logistik dan
transportasi. Dengan adanya teknologi ini kantor pusat dapat memonitor posisi,
arah dan keceptan kendaraaan secara real time. Teknologi GPS memanfaatkan
kemampuan satelit untuk mendeteksi arah, kecepatan dan posisi dari kendaraan.
Data yang diperoleh oleh satelit akan ditransmisikan melalui jaringan telpon
atau jaringan komunikasi lainnya yang tersedia.
Manfaat
teknologi GPS bagi Shuttle Express diantaranya adalah:
ü Kantor pusat dapat memonitor keberadaan dan
posisi dari armada yang dimilikinya, sehingga reservasi baru dapat dialoksikan
dengan cepat dan tepat kepada armada yang terdekat.
ü GPS dapat digunakan sebagai alat untuk
memonitor dan mengevaluasi disiplin pengemudi dalam hal kepatuhan terhadap
misalnya kecepatan maksimum berkendara. Hal ini sangat mendukung implementasi
dari moto Shuttle Express terkait Safety (Keselamatan).
ü GPS juga memungkinkan departemen pelayanan
pelanggan untuk memberikan informasi yang akurat terkait keberadaan dan
perkiraan kedatangan kendaraan kepada para pelanggannya.
Jika
kita menggunakan klasifikasi sistem informasi yang dikemukan oleh O’Brien
(2005), maka sistem informasi yang diaplikasikan oleh Shuttle Express pada
tahun 2013 ini terdiri atas:
1. Operations Support System
a. Specilaized Processing system:
ü Expert system: memberikan rekomendasi
penjadwalan yang effisien
ü Strategic information system: database
perilaku konsumen
ü Functional business system: database karyawan
dan payroll
b. Transaction Processing System: sistem
reservasi dan billing
c. Process Control System: GPS Fleet
Tracking
d. Enterprise Collaboration System: system
reservasi, dispatcher dan MDT yang terintegrasi
2. Management Support System
a. Management informations system:
Laporan-laporan operasional
b. Decision Support System: Laporan
keberadan dan availability dari kendaraan dan pengemudi secara real time
c. Executive Informations system: Data-data
pelanggan dan perilakunya diolah dan disimpan di dalam server, dan digunakan
oleh top manajemen dalam membuat strategi pemasaran.
d. Specialized Processing system: expert
system yang memberikan rekomendasi rute tercepat berdasarkan teknologi GPS dan
data historis yang diinput ke dalam data base sistem pakar.
BAB III
KESIMPULAN
Melalui
Matrik Sistem Informasi Shuttle Express tahun 2012, bisa kita lihat bahwa
sistem informasi pada tahun 2013 sangat mengalami kemajuan yang besar bila
dibandingkan dengan Matrik Sistem Informasi Shuttle Express tahun 1995. Dari
kolom-kolom yang terdapat pada matrik tersebut yaitu hardware, software,
manusia, data dan informasi menggambarkan dengan jelas perkembangannya. Pada
tahun 1995, pemasukan data hanya bisa dilakukan oleh agen yang terkoneksi.
Sedangkan pada tahun 2013 pelanggan juga bisa langsung melakukan pemesanan
langsung menggunakan PC maupun gadget yang tersambung melalui jaringan internet
tanpa terbatas ruang dan waktu.
Dari
sisi operasional Shuttle Express, operator sistem bisa memonitor keberadaan dan
kedisplinan pengemudi secara real time dari informasi yang dikirimkan oleh GPS
yang terdapat pada kendaraan melalui sistem GPS Fleet Tracking. Sehingga
operator bisa memberikan informasi yang akurat kepada pelanggan terkait dengan
keberadaan dan perkiraan kedatangan kendaraan.
Sistem
informasi Shuttle Express mengalami perubahan dari tahun ke tahun sesuai dengan
kondisi dan kebutuhan serta ketersedian teknologi informasi pada saat sistem
informasi itu dikembangkan dan diimplementasikan. Berdasarkan analisa dari
data-data yang tersedia dapat dilihat bahwa perencanaan pengembangan dan
pengimplementasian sistem informasi didasari oleh kebutuhan organisasi serta
strategi memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia dengan tepat.
Dari
pembahasan studi kasus Perusahaan Shuttle Express yang terdapat di BAB II, bisa
diambil kesimpulan bahwa, untuk sebuah strategi bisnis dalam perusahaan,
pengembangan dan pengimplementasian Sistem Informasi yang tepat akan
menghasilkan manfaat yang sangat besar dalam meningkatkan keunggulan kompetitif
dan berpengaruh kepada menangkap peluang pasar serta meningkatkan keutungan.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/12230747/Peran-Sistem-Informasi-Manajemen-Dalam-
Pengambilan-Keputusan-Organisasi
http://
zabdyotniel.blogspot.com/
http://www.shuttleexpress.com/
O’Brien,
JA. 1991. Introduction to Information Systems in Business Management. Sixth
Edition. Irwin Homewood, II. 60430 Boston
O’Brien,
JA and George Marakas. 2010. Introduction to Information Systems. Fifteenth
Edition. McGraw-Hill International Edition.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar